INEFFABLE CHAPTER 5

“jangan di dalam ruangan deh, gerah.”

off menyetujui ajakan atasannya itu untuk berbicara di luar. selain ada ratu lili yang sedang membersihkan kamar pangeran, yah jangan ditanya, prince bright ini hanya ingin dibereskan kamarnya oleh sang ibu. walaupun bright memang tak meminta, namun ratu lili selalu bersikeras untuk merapihkan kamar anaknya itu.

“gimana? tay, joss, yang lain sudah berangkat berburu?” tanya bright lagi pada off. yang ditanya pun mengangguk cepat.

“sudah, bright. baru tadi mereka jalan sama yang lain,” balas off melihat atasannya itu dengan segan.

too much information, tay, joss dan tentunya off ini adalah teman kecilnya bright dulu. mereka berempat anak keturunan bangsawan, hidup berdampingan dibawah bimbingan para petinggi-petinggi istana. dan yah, jangan heran jika tay, joss dan off senang melakukan pekerjaan dibawah pimpinan bright.

“ohh oke.” balas bright mengangguk. mereka berdua lalu berhenti dibawah pohon apel. bright, duduk dibawah sana diikuti oleh off yang duduk dihadapannya. “soal jihoon tadi. kenapa lo taro dia di bagian tentara perang? umurnya underage dan lagi, dia omega?”

off mematung mendengarnya. dengan berat hati, ia pun menundukkan kepalanya. “maaf, bright. tapi kita kekurangan pasukan untuk perang besok..”

sang pangeran pun menghela nafasnya pelan. satu tangannya pun terangkat, menenggelamkan wajahnya disana. “ya tapi, kan jangan omega juga gitu? kalian ini benar-benar nggak percaya diri ya?”

“bukan gitu,” off menyahut dengan cepat. “jumlah pasukan lawan yang beratus ribu itu, sangat kalah telak dengan jumlah pasukan kita, bright.”

“percaya sama gue, off. ada gue, gue yang mimpin di medan perang,” ucap bright menepuk pundak off pelan. matanya pun melirik kearah belakang off, memincing untuk menelisik yang berada dibelakang pohon yang berjarak beberapa meter dari mereka berdua. “tenang aja.”

off hanya menghela nafasnya. memang, selama bright yang memimpin peperangan, tak ada satupun para prajurit yang gugur. pasukan lawan di babat habis oleh bright dalam wujud serigalanya itu. membabi buta tanpa ampun, dan berakhir dengan kemenangan.

“oke, bright.”

“btw, lo nunduk.” suruh bright pada off. sementara, off menatap bright dengan bingung dan alis yang bertaut.

“buat?”

“nunduk gue bilang.”

buru-buru off pun menundukkan kepalanya. sementara, bright dengan cekatan mengeluarkan pistol dari balik baju yang ia kenakan. membidik kearah pohon tersebut lalu tak lama melepaskan peluru hingga terdengar bunyi dor

off terkejut sedikit dengan apa yang bright lakukan. bright memang seperti itu, terkadang membuat sesuatu yang membuat dirinya atau yang lain terkejut juga terheran.

“ada apa, bright?”

“ada penyusup dibalik pohon,” balas bright dan kembali meletakkan pistol miliknya dibalik pakaian yang ia kenakan. “hampir aja kepala lo atau kepala gue bolong karena peluru.”

“hah? iya?”

off pun dengan cepat memutar kepalanya, menoleh kearah belakang sambil memincinkan kedua mata. disana, tampak orang berpakaian serba hitam yang terbujur kaku disebelah pohon. kepalanya berlumuran darah karena bright menembaknya dengan tepat sasaran.

“urus tuh, gue mau ngehadap raja.” kata bright lagi sambil menggendikkan dagunya, menunjuk.

to be continue